RESUME PERKULIAHAN BIPA 7

Nama: Resti Kusmiati

NIM: 1232120027

Mata Kuliah : Evaluasi Pembelajaran BIPA

Dosen Pengampu: Dr. Ahmad Syaeful Rahman, M. Pd, CPM., CPArb

Topik : Penilaian Tes Bahasa (Tahapan Penilaian; Penilaian Acuan Normal; Penilaian Acuan Patokan;                 Penilaian Acuan Normal yang Disesuaikan)

Hari, Tanggal : Kamis, 21 Mei 2026 Jam: 12.30-15.00 Ruang: B-27

1. RINGKASAN MATERI

A. Penilaian Acuan Patokan (PAP)

        Penilaian Acuan Patokan (PAP), yaitu sistem penilaian yang mengukur kemampuan peserta didik berdasarkan standar atau kompetensi yang telah ditetapkan sebelum pembelajaran berlangsung. Dalam pembelajaran BIPA, PAP digunakan untuk mengetahui sejauh mana pemelajar telah menguasai kompetensi berbahasa Indonesia sesuai dengan level yang dipelajari. Penilaian ini tidak membandingkan hasil belajar antarpeserta, melainkan berfokus pada pencapaian kompetensi masing-masing individu.

        PAP bertujuan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran, memberikan umpan balik kepada pengajar dan pemelajar, serta menjadi dasar dalam menentukan kelulusan atau kenaikan level. Penilaian dilakukan menggunakan indikator dan rubrik yang jelas sehingga hasilnya lebih objektif. Selain itu, materi menjelaskan bahwa PAP memiliki beberapa kelebihan, seperti mampu menunjukkan kemampuan individu secara spesifik dan memudahkan pengajar dalam menentukan program remedial maupun pengayaan. Namun, penyusunan standar kompetensi dan instrumen penilaiannya membutuhkan waktu yang cukup lama serta harus disesuaikan dengan karakteristik pemelajar BIPA yang berasal dari berbagai latar belakang bahasa dan budaya. Contoh penerapan PAP ditunjukkan pada penilaian keterampilan berbicara, menulis, dan membaca menggunakan rubrik penilaian berdasarkan indikator tertentu.

B. Penilaian Acuan Norma (PAN) yang Disesuaikan

        Penilaian Acuan Norma (PAN) yang disesuaikan, yaitu sistem penilaian yang membandingkan hasil belajar pemelajar dengan peserta lain dalam kelompoknya. Dalam pembelajaran BIPA, PAN tidak diterapkan secara mutlak, melainkan disesuaikan dengan kondisi pemelajar yang berasal dari berbagai negara sehingga memiliki kemampuan awal, bahasa ibu, dan latar belakang budaya yang berbeda. Penyesuaian ini bertujuan agar hasil penilaian menjadi lebih adil dan sesuai dengan karakteristik kelas BIPA.

        Materi juga menjelaskan tahapan penerapan PAN, yaitu mulai dari menghitung nilai rata-rata kelas, simpangan baku, z-score, hingga mengubahnya menjadi T-score untuk menentukan kategori nilai setiap pemelajar. Berdasarkan hasil tersebut, pengajar dapat mengelompokkan kemampuan peserta didik, menentukan program remedial atau pengayaan, serta mempertimbangkan kenaikan level pembelajaran. Di akhir pembahasan dijelaskan bahwa PAN dan PAP memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi. PAP berfokus pada pencapaian kompetensi sesuai standar, sedangkan PAN menunjukkan posisi kemampuan pemelajar dalam kelompok. Oleh karena itu, penggunaan kedua sistem penilaian secara bersamaan akan memberikan hasil evaluasi yang lebih menyeluruh dalam pembelajaran BIPA.

2. ISU YANG BERKEMBANG DALAM DISKUSI

1. Mana yang lebih tepat digunakan dalam pembelajaran BIPA, PAP atau PAN?

Jawaban:

Keduanya memiliki fungsi yang berbeda. PAP digunakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi berdasarkan standar yang telah ditetapkan, sedangkan PAN digunakan untuk mengetahui posisi kemampuan pemelajar dibandingkan dengan kelompoknya. Oleh karena itu, keduanya sebaiknya digunakan secara saling melengkapi.

2. Mengapa PAN dalam BIPA perlu disesuaikan?

Jawaban:

Karena pemelajar BIPA berasal dari berbagai negara dengan latar belakang bahasa dan budaya yang berbeda sehingga norma penilaian tidak dapat disamakan seperti pada kelas reguler. Penyesuaian diperlukan agar hasil penilaian lebih adil dan sesuai dengan karakteristik peserta didik.

3. Bagaimana tindak lanjut setelah hasil penilaian diperoleh?

Jawaban:

Hasil penilaian tidak berhenti pada pemberian nilai saja, tetapi digunakan sebagai dasar untuk memberikan pengayaan kepada peserta yang sudah mencapai kompetensi, remedial bagi yang belum mencapai standar, serta menentukan kenaikan level pembelajaran BIPA.

3. SECOND/OTHER OPINION

        Menurut Arikunto (2013), Penilaian Acuan Patokan (PAP) merupakan penilaian yang membandingkan hasil belajar peserta didik dengan tujuan atau kompetensi yang telah ditentukan sebelumnya. Penilaian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penguasaan kompetensi setiap individu, bukan membandingkannya dengan peserta lain. Sementara itu, Penilaian Acuan Norma (PAN) digunakan untuk mengetahui posisi kemampuan peserta didik berdasarkan hasil kelompok sehingga dapat digunakan untuk keperluan klasifikasi atau penempatan peserta didik.

        Pendapat tersebut sejalan dengan materi yang dipresentasikan, yaitu bahwa PAP lebih tepat digunakan untuk mengukur ketercapaian kompetensi, sedangkan PAN digunakan untuk melihat posisi relatif pemelajar dalam kelompok. Dalam pembelajaran BIPA, penggunaan kedua sistem penilaian secara bersamaan akan memberikan hasil evaluasi yang lebih komprehensif.

4. REFLEKSI

        Materi ini memberikan pemahaman baru bahwa penilaian dalam pembelajaran BIPA tidak hanya bertujuan memberikan nilai akhir kepada pemelajar, tetapi juga menjadi dasar untuk menentukan strategi pembelajaran selanjutnya. Saya baru mengetahui bahwa terdapat dua pendekatan penilaian, yaitu PAP dan PAN, yang memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi.

        Menurut saya, penggunaan kedua sistem penilaian secara bersamaan sangat penting dalam pembelajaran BIPA karena peserta didiknya berasal dari berbagai negara dengan kemampuan awal yang beragam. Dengan demikian, pengajar dapat mengetahui tingkat penguasaan kompetensi sekaligus posisi kemampuan setiap pemelajar dalam kelompok sehingga proses evaluasi menjadi lebih objektif dan efektif.

5. DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. (2013). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Husna, & Khaerunnisa. (2022). Pembelajaran dan Penilaian BIPA.
Rahmawati, & Gajewski. (2018). Penilaian dalam Pembelajaran BIPA.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME PERKULIAHAN BIPA 2

RESUME PERKULIAHAN BIPA 1

Si Merah Di Pelupuk Jalan Soekarno Hatta